Oleh;Amir Hamdani Nasution, Pimred Ulul Albab Kota Padang
Pohon itu tumbuh kembali. Setelah sekian lama layu, tak tahu ada apa gerangan. Kini, rantingnya belum begitu kokoh. Tapi, perlahan-lahan akarnya sudah menghujam bumi. Mengikat dalam-dalam, menyusup diantara bebatuan. Merambat pelan, masih di permukaan tanah. Begitu angin bergoyang kuat, dia bisa luruh, bila tak memiliki keistiqomahan untuk bertahan. Bila tak ada rasa kesungguhan untuk tetap ada. Remaja Islam Ulul Albab tengah jadi pohon baru itu. (Edisi perdana Buletin Ulul Albab, 19 Juli 2006).
Rangkaian kata di atas menyisakan seribu kegelisahan serta berjuta keoptimisan memandang masa depan generasi muda Islam. Dalam perjalanannya, RIUA memiliki gerakan Intelektual sebagai ciri khas keberadaannya. Pola ini tidak hadir secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil pergulatan pemikiran para Founding Father RIUA. Hingga, ia berusaha bersikap polos dan lembut dan lebih dewasa walau raga person RIUA kebanyakan remaja. Berusaha memahami prilaku orang-orang yang masih kurang paham akan penting danm gentingnya jalan-jalan menuju Ridha-Nya. Selalu mendo’akan agar sebagian hamba Allah yang lain agar mereka dapat bergandengan tangan yang lebih kuat menuju Cinta-Nya.
Kematangan perjalanan RIUA dalam ruang waktu yang telah di lalui masih perlu di koreksi secara mendalam. Menjadi inspirasi besar dalam perjuangan dakwah generasi muda. Maka, Milad 1 Tahun RIUA untuk pertama kalinya di gelar bukanlah sebuah seremonial belaka, bukan juga untuk “berwah..-wah..”. Melainkan, “Mengembalikan Semangat Perjuangan Generasi Islam” Juga, yang tak kalah pentingnya adalah membuat terobosan Intelektual kepada masyarakat Kota Padang Tercinta dengan melaunching “Forum Pena Remaja Islam Kota Padang”. Yang tujuan utamanya adalah menerbitkan sebuah media Islami bagi kaum Muslimin Kota Padang Tercinta, diterbitkan oleh remaja Islam jangkuan dakwah yang besar. Jujur, Umat Islam masih seperti ini, salah satunya karena kekalahan dalam pengembangan opini Islam (media).
Mewujudkan sistem lembaga generasi muda Islam yang baik
Apa yang telah di lalui RIUA dalam perjalanannya selama setahun ini, adalah merupakan kesinambungan sejarah dari perjuangan Rasululllah. Juga, hasil perjuangan para pejuang Minangkabau, seperti Buya Hamka, M. Natsir, Tuanku Imam Bonjol, Rohana Kudus dan sederetan nama lainnya. Semangat perjuangan RIUA membawa misi yang sama dari kesinambungan sejarah bangsa ini. Perbedaan kehadiran waktu terlahir kedunia ini merupakan Sunnatullah yang tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun. Ruh jiwa-jiwa yang tenang itulah yang selalu membawa kaki berlari dan terus berlari menuju Ridha-Nya. Ada sebuah kekuatan cinta yang di bumbuhi rindu mendalam. .
Adalah merupakan sunnatullah bahwa tahapan dakwah generasi muda ini akan melalui medan yang genting, penuh kegalauan hati,penuh tantangan. Dimana dalam arena genting ini merupakan tahapan yang strategis untuk melakukan kemaslahatan bagi orang banyak, baik yang muslim maupun yang non muslim, sehingga Islam sebagai rahmatan lil alamin bukan sekedar angan-angan bagi umat manusia melainkan menjadi bukti nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh alam.
Untuk mencapai serta mewujudkan cita-cita yang besar ini tentunya diperlukan kerja yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan yang dilakukan oleh generasi muda Islam disegala bidang kehidupan manusia termasuk dalam pengembangan opini.
Dimana telah kita ketahui bersama bahwa dakwah dalam bidang apapun, Islam seakan-akan ketinggalan tidak mempunyai nilai yang sangat strategis untuk melakukan perubahan yang mengarah kepada kebaikan kehidupan manusia. Padahal kita adalah umat yang terbaik. Kalangan generasi muda menyadari bahwa agar tercapainya cita-cita generasi Muda Islam yang baik, sangat tergantung sejauh mana ia mampu mewujudkan 2 (dua) hal, yaitu : terwujudnya sebuah sistem lembaga yang baik dan terwujudnya keshalihan setiap pribadi generasi tersebut.
Mengingat generasi muda adaah tulang punggung bangsa dan umat ini , maka Imam Syafii berkata: " Barangsiapa pada waktu mudanya tidak melakukan dakwah, maka hendaklah di takbirkan empat kali karena ia telah wafat. Dan hakikat seorag pemuda-demi Allah SWT-hanya dengan kelimuan dan ketaqwaan. Maka apabila ia tidak memiliki keduanya, janganlah kamu anggap sebagai pemuda.” Kenyataan yang kita hadapi adalah bahwa amal dari kalangan generasi muda kebanyakan sangat menyedihkan. Tak tanggung-tanggung banyak dari keluarga kita yang memilih jalan yang bukan menuju jalan keselamatan Islam.
Untuk mencapai dan mewujudkan generasi Islam yang baik, kita harus mulai dari sekarang. Mulailah untuk merapatkan shaf (barisan), meluruskan niat, mempersiapkan aspek psikologis para generasi muda untuk kemenangan Islam. Usaha ini tidak akan pernah terlepas dari ujian Allah (sunnatullah) baik itu berupa ketidak pahaman, kekecewaan bahkan sebuah kemarahan yang tidak wajar.
Namun ketahuilah para generasi muda dan para pendukungya, bahwa sesungguhnya kemenangan hakiki adalah ketika amal yang kita lakukan bernilai disisi Allah SWT (mendapat ridha Allah SWT) dan keyakinan seorang muslim bahwa Islam pasti menang, apakah dengan mendapatkan kehidupan yang mulia atau menemui kesyahidan di jalan-Nya.
Mewujudkan atau membentuk keshalihan individu
Ketika sistem sebuah lembaga generasi muda (dalam hal ini Remaja Masjid) telah terwujud tentunya diperlukan individu-individu atau masyarakat yang siap melaksanakan kebijakan-kebijakan program yang dihasilkan.
Sehingga pembentukkan keshalihan individu merupakan sebuah keharusan. Dua hal ini ibarat dua sisi mata uang, artinya kita tidak bisa meninggalkan satu sisi atau mewujudkan hanya sisi yang lain.
Bagaimana mungkin kita hanya mewujudkan sistem yang baik tanpa membentuk pribadi-pribadi yang siap melaksanakan kebijakan tersebut, bagaimana mungkin sebuah acara di angkat tanpa ada kesiapan yan matang.
Tentunya dari pembentukkan pribadi-pribadi yang islami ini diharapkan akan munculnya nantinya keluarga-keluarga yang islami, yang secara langsung akan membentuk masyarakat Islami, yang tetap konsisten akan mewujudkan kemenangan Islam. Jikalau kondisi ini dapat diwujudkan maka Insya Allah kita termasuk ummat yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam Alquran surat Ali Imran ayat 110 : " Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Wallahu a’lam (Sebuah Metamorfosis dari Pemikiran para Pakar)

No comments:
Post a Comment
Bercita-citalah serendah-rendahnya, berbuatlah setinggi-tingginya,